Memperhatikan Dengan Hening

Mari kita keluar ruangan memperhatikan sebuah pohon kacang hijau yang baru tumbuh, atau pohon apa saja yang terlihat di depan anda. Mari kita perhatikan dengan seksama. Berasal dari sebuah biji yang kecil lalu tumbuh bergerak menjadi akar, menjadi batang, menjadi ranting, menjadi daun, menjadi bunga, menjadi buah, lalu mati. Juga biji-biji yang lainnya akan berlaku sama seperti itu.

Kemudian perhatian bumi bergerak, bulan bergerak atom-atom bergerak pada aturan yang harmoni, dan pandangilah alam semesta dengan hening. Semuanya bergerak serentak dengan rencana yang baik dan sempurna. Ia tak berdaya mengikuti kemauan yang tidak bisa dibendung dari dalam, mereka pasrah terhadap gerak yang menggerakan, mereka tidak bisa menolaknya.

Ada sebuah gerak yang meliputi seluruh alam yang tidak kelihatan, yang tak bisa dijangkau dengan mata dan perasaan. Akan tetapi gerak itu tampak sekali dengan jelas sehingga bumi itu bergerak, matahari bergerak, tumbuhan bergerak, jantung kita bergerak, atom-atom bergerak. Semua mengikuti gerak hakiki, bukan kehendak kita.

Lihatlah sekali lagi dengan seksama, anda akan melihat Yang Mengerakan, Yang Hidup, Yang Nyata (Dhahir), Yang Tersembunyi (Bathin), dan Dialah yang tidak bisa dijangkau oleh kata-kata dan sifat. Dan bersujudlah kepada Yang Maha Dhaahir itu (Adh Dhahiru), bukan kepada alam semesta yang fana, yang bergantung kepada Sang Hidup, anda akan melihat semua alam bersujud dengan caranya masing-masing kemudian semuanya bertasbih dengan bahasanya yang khusus.

Kemudian lihatlah yang menggerakan jantung itu, jangan lihat jantungnya.. tetapi yang menggerakkan itu, yang amat dekat itu, yang hidup itu, yang kuasa itu, yang lebih dekat dari jantung kita sendiri! Maha Suci Engkau.. Maha Suci Engkau .. Maha Suci Engkau Ya Allah.

Saya sarankan apabila anda belum memahami hal ini, jangan diteruskan. Saya tidak berani mengupas lebih dalam mengenai hakikat ini, karena pengajaran hakikat harus melalui tahapan pengertian yang kontinyu agar tidak salah persepsi. Atau cukup dijadikan wacana dan bahan renungan. Akan tetapi jika anda ingin mencapai keadaan tersebut sebaiknya direncanakan dengan baik agar kita memulai dari yang paling dasar yaitu dari sisi ketuhanan dan tidak sekedar main-main mempelajari ilmu hakikat ini, apalagi hanya untuk sekedar tahu.

Mudah-mudahn saudara akan mengawali perjalanan rohani yang lebih baik setelah mengerti zat dan arah beragama kita. Bukan bergejolak dalam retrorika ilmu tauhid yang tidak ada habisnya. Akan tetapi mari kita jalani sampai memasuki hakikat yang sebenarnya. Begitu papar Bapak Abu Sangkan dalam bukunya berguru kepada Allah, hal. 173.

BOOKSearch: BEST SELLER BOOKS AND HOT NEW RELEASES? monggo :) KLIK DISINI (:   ««  Cara mudah cari referensi pustaka

Related Post



1 Komentar:

Anonim mengatakan...

subhanallah...

"Aku yang ciptakan, Aku pula yang gerakkan

Posting Komentar

 
 

POPULAR Detak Hidup

KOMEN Detak Hidup

BACA Detak Hidup

 

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner