Melihat dan mendengar sebenarnya terasakan oleh hati, karena dengan hati ini kita bisa merasakan penglihatan dan pendengaran yang dicerap melalui indera mata dan indera telinga. Maka pemberian Allah berupa penglihatan dan pendengaran yang terasa sampai ke hati itu seyogyanya dapat menjadi dasar agar kita bersyukur kepada-Nya.
Dari ayat-ayat al-qur’an tentang bersyukur ada yang mengajaknya secara tegas dan lugas, seperti: agar kamu bersyukur; mudah-mudahan kamu bersyukur; bersyukurlah; dan mengapakah kamu tidak bersyukur?. Karena memang untuk bersyukur kita harus melalui proses pembelajaran yang panjang menyangkut abdi sebagai mahluk penerima seutuhnya dan Robbi yang maha pemberi.
[An Nahl:78]
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.
[Al Maa'idah:6]
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik; sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.
[Az Zumar:66]
Karena itu, maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur.
[Al Qashash:73]
Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.
[Al Anbiyaa':80]
Dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur.
[Faathir:12]
Dan tiada sama (antara) dua laut; yang ini tawar, segar, sedap di minum dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari masing-masing laut itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu memakainya, dan pada masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur.
[An Nahl:14]
Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan, agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur.
[Al Anfaal:26]
Dan ingatlah (hai para muhajirin) ketika kamu masih berjumlah sedikit, lagi tertindas di muka bumi (Mekah), kamu takut orang-orang (Mekah) akan menculik kamu, maka Allah memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki dari yang baik-baik agar kamu bersyukur.
[more]
Agar Kita Bersyukur
Belajar Bersyukur
Potret keseharian dari seorang bocah cilik yang lagi belajar berjalan, yang mau tak mau, rela tak rela, kudu melewati proses pembelajarannya itu dangan jatuh bangun, sakit dan tangis, namun tiada keluar keluh kesah apalagi berrputus asa dan harapan akan wujudnya bisa berjalan. Berawal dari menggulingkan diri ke kiri dan ke kanan, mengesot-ngesot, merangkak-rangkak, merambat-rambat, kemudian tegak berdiri diatas kakinya, selanjutnya berjalan dan berlari-lari.
Begitu juga dengan bersyukur ada yang menyampaikannya dengan cara berucap terimakasih, alhamdulillah, sujud syukur dan seterusya. Salah satu ciri kekhasan bersyukur adalah menyadari bahwa semua yang disandang dan diterima hakikatnya adalah pemberian dari Allah.
Tapi bagaimana kalau tidak merasa dikasih, tidak merasa diberi dan tidak merasa menerima? Akankah keluar rasa bersyukurnya? Tentunya tidak, karena tidak merasa menerima maka tidak merasakan apa-apa sehingga tidak mungkin keluar bersyukurnya. Ketiadaan rasa menerima ini dikarenakan ketiadaan informasi di dalam otak, sehingga otak kita tidak bisa mencitrakan pemberian itu ke dalam rasa menjadi kenikmatan.
Supaya bisa merasa dan merasakan menerima, mestinya tinggal dikasih tahu saja si otaknya itu. Karena si otak kalau tidak beri tahu bahwa satu kali satu itu sama dengan satu, maka otak kita tidak akan pernah tahu jawabannya? Sekarang kita tinggal kasih tahu saja apa-apa yang belum diketahui oleh si otak itu.
Hai otakku, bahwa pendengaran, penglihatan dan hati itu bukan miliku, tetapi milik Allah yang maha mendengar, yang maha melihat, yang maha halus, yang diberikan, dialirkan kepadamu agar kamu bersyukur. Karena pada pendengaran, pada penglihatan dan pada hati itu ada nikmat-nikmat yang tidak akan pernah bisa dihitung-hitung jumlahnya. “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'” [QS Alnahl:18].
Maka sampaikan rasa terimakasihmu itu kepada-Nya, terimakasih ya Allah, alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah, sampai habis sombong kita, takkbur kita, karena sudah berani-beraninya mengaku-ngaku miliknya Allah sebagai memilikku, serahkan saja semua sampai plong, sampai tiada tersisa, Robbana wa laka’lhamd.
Mari kita belajar bersyukur kepada Allah. “Dan Dia yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur” [Al Furqaan:62]
[Asy Syuura:33]
Jika Dia menghendaki, Dia akan menenangkan angin, maka jadilah kapal-kapal itu terhenti di permukaan laut. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaannya) bagi setiap orang yang banyak bersabar dan banyak bersyukur.
[Luqman:31]
Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allah, supaya diperlihatkan-Nya kepadamu sebahagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur.
[Al A'raaf:58]
Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.
[Ibrahim:5]
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami, (dan Kami perintahkan kepadanya): "Keluarkanlah kaummu dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah." Sesunguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap orang penyabar dan banyak bersyukur.
[Saba' :19]
Maka mereka berkata: "Ya Tuhan kami jauhkanlah jarak perjalanan kami", dan mereka menganiaya diri mereka sendiri; maka Kami jadikan mereka buah mulut dan Kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi setiap orang yang sabar lagi bersyukur.
[more]
Sedikit Sekali Yang Bersyukur
Begitu nikmatnya mata dapat memandang, kuping bisa mendengar dan hati dapat merasakan. Namun apa lacur, tetap saja kita lupa akan nikmat itu, lupa kepada saudara-saudari kita yang tidak tahu malam dan siang, lupa kepada saudara-saudari kita yang tak bisa mendengar alunan suara merdu dan nyanyian alam. Lalu pertanyaan keluar “nikmat mana lagi yang kamu dustakan?”. Tertuju pada siapakah pertanyaan itu diarahkan?
Kalau saja penglihatan mata setajam mikroskop? Mungkin seuntai kata indah akan menguap, wajah ganteng dan rupawan akan terabaikan, paras cantik nan elok akan sirna.
Andai saja pendengaran telinga sejernih pendengaran nabi Sulaiman? Mungkin kita sulit tidur, karena kuping ini pekak mendengar suara-suara yang datang dan pergi silih berganti dari berbagai penjuru angin yang tak bisa ditolak.
Bila saja tubuh ini sakit? Mungkin segala makanan dan minuman akan terasa hambar dan pahit, tetapi bila rasa itu tiada apalah jadinya.
[As Sajdah:9]
Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.
[Al Mulk:23]
Katakanlah: "Dia-lah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati." (tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.
[Al Mu'minuun:78]
Dan Dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur.
[Al Mu'min:61]
Allah-lah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya; dan menjadikan siang terang benderang. Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia yang dilimpahkan atas manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.
[Al A'raaf:10]
Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur.
[more]