Demi Masa

Di negeri antah brantah, terdapatlah keluarga sukses nan kaya raya, terpandang, dihargai dan dihormati, juga disegani baik di tempat kerjanya maupun tempat tinggalnya. Enggak tau, mengapa kalau ada di rumah, anak-anaknya sama sekali tidak memandangnya, tidak menghargainya, tidak menghormati, apalagi menyeganinya, kalaupun ada cuma pembantunya doang yang mau berlaku seperti itu, nah lho...

Sebenarnya anak-anaknya tidak berharap banyak dari keduanya kecuali kasih sayang, namun lagi-lagi alasan klise yang keluar dari mulut mereka “sibuk dan sibuk”. Atau mungkin mereka lebih peduli kerjaan dari pada buah hatinya. Padahal sih kalau mau sedikit saja ngalah, pastilah ketemu jalannya.

Waktu terus bergerak dan anak-anaknya pun tumbuh kian dewasa. Sungguh kondisi ini sangat disayangkan, karena rupanya kedewasaan secara umur tidaklah sebading lurus dengan kedewasaan intelektual, apalagi spiritual.

Dahulu mereka menuntut kasih sayang, sekarang sudah tidak lagi. Kini anak-anaknya hanya membutuhkan materi dan materi, seperti orang tuanya pada masa lalu yang hanya bisa memberikan materi melulu kepada pada anak-anaknya. Seperti halnya buah jatuh tak jauh dari pohonnya.

“Dahulu mereka hebat, sekarang sekarat, bau tanah lagi dan sudah enggak ada apa-apanya., apa yang kami butuhkan dari mereka kecuali hartanya, apalagi yang kami nantikan dari mereka kecuali ajal dan warisannya” itu tandasnya.

Weleh.. weleh.. weleh.. Kalau dah gini, gimana jadinya dan gimana endingnya, ya tebak aja sendiri. Yang jelas dalam sinetron kita juga banyak yang enggak kalah serunya dari cerita di atas.

Ya mau enggak mau, terpaksa enggak terpaksa, rela gak rela, memaang pada kenyataaanya layar kaca tersaji dirumah-rumah kita, era yang teknologi yang serba memudahkan baik yang bersifat positif dan gak kalah serunya yang bersifat negatif.

Sebuah tayangan layar kaca yang hadir di rumah kita memang menyenangkan dan juga mengasyikan. Pemirsanya dari bisa kalangan ibu-ibu, bapak-bapak, kakek-kakek, nenek-nenek, anak-anak, remaja, dewasa, semuaa tumplek abis di depan TV.

Sebenarnya sadar ga sadar, nonton acara tv ini banyak menyita waktu kita di rumah. Apalagi yang ditontonnya judulnya sinetron. Mengapa? Karena memang untuk mengetahui sampai endingnya, kadang-kadang kita harus menyediakan waktu yang special, bisa setiap hari, bisa sebulan, atau bahkan bisa dari itu lamanya, itu hanya untuk mengikuti acara tersebut sampai habis. Sadarkah kita?

BOOKSearch: BEST SELLER BOOKS AND HOT NEW RELEASES? monggo :) KLIK DISINI (:   ««  Cara mudah cari referensi pustaka

Related Post



0 Komentar:

Posting Komentar

 
 

POPULAR Detak Hidup

KOMEN Detak Hidup

BACA Detak Hidup

 

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner