Tampilkan postingan dengan label Bersyukur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bersyukur. Tampilkan semua postingan

Bersyukur Atau Mengingkari

Ingin bertambah nikmat dan bertambah-tambah nikmatnya kuncinya adalah bersyukur dan bersyukur. Menurut Ibnu Faris, kata na‘ima mengandung makna pokok ‘kelapangan’ dan ‘kehidupan yang baik’. Kata ini juga bermakna segala sesuatu yang diberikan seperti rezeki, harta, atau lainnya. [Ensiklopedia PSQ]

Adalah hal yang logis saja bila kita memperoleh nikmat [kelapangan] dada kitapun turut menjadi lapang. Semakin kita syukuri nikmat-nikmat maka semakin lapang dada ini. [An Naml:40] “barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri”.

Namun sebaliknya jika kita mengingkari [tidak mensyukuri] atau mengingkari atau tidak menerima nikmat-nimat itu, maka sebagai akibatnya dada kita menjadi semakin sepit, semakin menjadi tidak menerima, menjadi sakit dan serterusnya.

[Ibrahim:7].
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih

[Ali 'Imran:145]
[145]. Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

[Luqman:12]
Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

[An Naml:40]
Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip." Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia."

[Az Zumar:7].
Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kembalimu lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam (dada)mu.
[more]

Mengapa Tidak Bersyukur?

Rasulullah adalah abdan syakuura, Beliau pernah berpesan kepada Muadz bin Jabal: "Hai Muadz, demi Allah sesungguhnya aku amat menyayangimu". Beliau melanjutkan sabdanya, "Wahai Muadz, aku berpesan, janganlah kamu tinggalkan pada tiap-tiap sehabis shalat berdo'a: Allahumma a'innii `alaa dzikrika wa syukrika wa husni `ibaadatika (Ya Allah, ajari aku ingat kepada-Mu, mensyukuri nikmat-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu)".

Keterkaitan antara ingat kepada Allah, bersyukur kepada-Nya dan mengabdi kepada-Nya merupakan suatu siklus yang utuh dan tidak terpisahkan satu sama lainnya.

Ingat kepada Allah. Dalam surat Al Waaqi'ah ayat 68-70 “[68]. Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum. [69]. Kamukah yang menurunkannya atau Kamikah yang menurunkannya? [70]. Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur?”

Lihatlah air, jangan lihat airnya tetapi lihatlah [ingatlah] yang menciptakan air itu, Dialah Allah dan panggil-panggilah Dia selalu Allah. Ingat air maka ingatlah Allah.
Saat haus ingat air, saat ingat air, ingatlah yang menciptakan air yaitu Allah
Saat bertemu air, ingatlah air itu adalah karunia Allah
Saat bertemu karunia Allah, ingatlah nikmat Allah
Saat merasakan nikmat Allah, beryukurlah kepada Allah
Alhamdulillah… Alhamdulillah… Alhamdulillah…
Karena memang tiada yang bisa mendistribusian air ke seluruh tubuh ini kecuali hanya Allah.

Ungkapan bersyukurnya seorang hamba kepada Allah dapat juga dalam bentuk ibadah-ibadah sunah lainnya seperti shalat sunah, sedekah dst. Sebagaimana halnya Rasulullah yang senantiasa melakukan shalat malam untuk bersyukur kepada Allah.

Dalam upaya mensyukuri nikmat-nikmat Allah yang tak terhitung jumlahnya, kita diajarkan agar memohon dan meminta petunjuk-Nya agar dapat mensyukuri nikmat-nikmatnya.

Al-qur’an mengajak kita berdialog dengan menanyakan nikmat-nikmat yang diberikan namun tidak disyukuri. Mungkinkah kita yang diajaknya berdialog? Atau siapa? Mari kita renungkan ayat-ayat-Nya berikut ini:

[Yaasiin:71-73]
[71]. Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebahagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri, lalu mereka menguasainya? [72]. Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka; maka sebahagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebahagiannya mereka makan. [73]. Dan mereka memperoleh padanya manfaat-manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?

[Yaasiin:34-35]
[34]. Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air, [35]. supaya mereka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?

[Ibrahim:32-34]
[32]. Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu, berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai. [33]. Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang. [34]. Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).

[QS Alnahl:18]
Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

[An Najm:55]
Maka terhadap nikmat Tuhanmu yang manakah kamu ragu-ragu?

[Ar Rahmaan:13].
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
[more]

Doa Mohon Ditunjuki Mensyukuri Nikmat

Saat otak kita galau, dada kita sempit, tangan dan kaki kita diseret oleh daya kefujuran untuk berbuat maksiat, begitu juga dengan mata, telinga, lidah, perut, dan kelamin kita yang sangat sering menarik-narik kita mengikuti daya fitrah yang mengalir didalamnya yang cenderung tidak terkendali ke arah perilaku dan perbuatan fujur (tidak baik), kita serahkan pula ke Allah agar dituntun oleh Allah dengan rahmat-Nya: "Ya Allah ini instrumen dan alat-alat kerja saya untuk menjalankan fungsi kekhalifahan saya dimuka bumi ini selalu saja menarik-narik saya menuju perbuatan yang tidak terkendali, mengarahkan saya kekejahatan. Selamanya akan selalu begitu, kecuali kalau Engkau aliri mereka dengan rahmat-Mu. Rahmatilah, kasihilah, sayangilah, ampunilah mataku, telingaku, lidahku, perutku, dan kelaminku, karena dengan rahmat, kasih dan sayang-Mu lah kesemuanya itu bisa tunduk kepadaku, dan membawaku sejalan dengan kehendak-Mu". [Yusdeka: 2008; Yang Terheran-Heran]

Saudaraku kini saatnya kita membagunkan jiwa, menghidupkan kesadaran, bukalah penglihatan dan bukalah pendengaran, selaraskan pikiran dengan kehendak didalam dada dan tundukkanlah hati. Bermohonlah pentunjuk-Nya, mintalah tuntunan-Nya dan ikutilah Bimbingan-Nya.

[Al-Ahqoof:15]
"Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kedua orangtuaku dan supaya aku dapat melakukan amal shalih yang Engkau ridhai. Berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri."

[An-Naml:19]
"Wahai Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku dan untuk mengerjakan amal shalih yang Engkau ridhai. Dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shalih."

“Ya Allah ajari aku ingat kepada-Mu, ajari aku bersyukur kepada-Mu, dan ajari aku beribadah dengan baik kepada-Mu”.
[more]

Bersyukurlah Kepada Allah

Menurut M. Quraish Shihab dalam ensiklopedia PSQ syukur mencakup tiga sisi. Pertama, syukur dengan hati, yakni kepuasaan batin atas anugerah. Kedua, syukur dengan lidah, yakni dengan mengakui anugerah dan memuji pemberinya. Ketiga, syukur dengan perbuatan, yakni dengan memanfaatkan anugerah yang diperoleh sesuai dengan tujuan penganugerahannya.

Diriwayatkan oleh Yahya bin Ya'la dari Abu Khabab, dari Atha' yang berkata, "Aku bersama Ubaid bin Umair mengunjungi Aisyah r.a. dan berkata kepadanya, 'Ceritakanlah kepada kami sesuatu yang paling mengagumkan yang Anda lihat pada Rasulullah. saw.!' Beliau menangis.

Kemudian ditanya kembali, 'Adakah yang beliau lakukan, yang tidak mengagumkan? Suatu malam, beliau datang kepadaku, dan kami tidur di tempat tidur hingga tubuh beliau bersentuhan dengan tubuhku. Setelah beberapa saat, beliau berkata, 'Wahai putri Abu Bakr, izinkanlah aku bangun untuk beribadat kepada Tuhanku!' Aku menjawab, "Saya senang berdekatan dengan Anda,' tapi aku mengizinkannya. Kemudian beliau bangun, pergi ke tempat kantong air dan berwudhu dengan mencucurkan banyak air, lalu shalat. Beliau mulai menangis hingga air matanya membasahi dadanya, kemudian beliau ruku' dan terus menangis, lalu sujud dan terus menangis, lalu mengangkat kepala dan terus menangis. Terus menerus beliau dalam keadaan demikian sampai Bilal datang dan memanggil beliau untuk shalat subuh. Aku bertanya kepada beliau, 'Apakah yang menyebabkan Anda menangis wahai Rasulullah, sedangkan Allah telah mengampuni dosa dosa Anda, baik yang dahulu maupun yang akan datang?' Beliau menjawab, 'Tidakkah aku menjadi seorang hamba yang bersyukur? Bagaimana aku tidak akan menangis sedangkan Allah telah menurunkan ayat ini kepadaku: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya siang dan malam, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang diturunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah matinya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, sungguh terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mau menggunakan akal.” [Al Baqarah:164].

[Luqman:14]
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada ibu-bapakmu, hanya kepadaKu lah kembalimu.

[Al 'Ankabuut :17]
Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu adalah berhala, dan kamu membuat dusta. Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezki kepadamu; maka mintalah rezki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepadaNya lah kamu akan dikembalikan.

[Al Baqarah :152]
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.

[Al Baqarah :172]
Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.

[An Nah:114]
Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah ni'mat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.
[more]

Mudah-Mudahan Kita Bersyukur

Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu dan bila Dia berkehendak dan menghendakinya maka Allah berfirman kepadanya Kun [jadi] maka Fayakun [jadilah], mudah-mudahan ayat-ayat tentang kemaha kuasaan Allah atas segala sesuatu dapat menyetuh hati kita yang terdalam, menyentuh "ke-ngeh-an" kesadaran kita sehingga tanda-tanda kuasaan-Nya itu menyibakkan tirai penghalang yang selalu menutupi penglihatan diri untuk mensyukuri karunia-Nya. Semoga kita menjadi orang-orang yang bersyukur.

[Ar Ruum:46]
Dan di antara tanda-tanda kekuasan-Nya adalah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira dan untuk merasakan kepadamu sebagian dari rahmat-Nya dan supaya kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya dan supaya kamu dapat mencari karunia-Nya; mudah-mudahan kamu bersyukur.

[Al Jaatsiyah:12]
Allah-lah yang menundukkan lautan untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizin-Nya dan supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan mudah-mudahan kamu bersyukur.

[Al Hajj:36]
Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi'ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan untua-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur.
[more]

Agar Kita Bersyukur

Melihat dan mendengar sebenarnya terasakan oleh hati, karena dengan hati ini kita bisa merasakan penglihatan dan pendengaran yang dicerap melalui indera mata dan indera telinga. Maka pemberian Allah berupa penglihatan dan pendengaran yang terasa sampai ke hati itu seyogyanya dapat menjadi dasar agar kita bersyukur kepada-Nya.

Dari ayat-ayat al-qur’an tentang bersyukur ada yang mengajaknya secara tegas dan lugas, seperti: agar kamu bersyukur; mudah-mudahan kamu bersyukur; bersyukurlah; dan mengapakah kamu tidak bersyukur?. Karena memang untuk bersyukur kita harus melalui proses pembelajaran yang panjang menyangkut abdi sebagai mahluk penerima seutuhnya dan Robbi yang maha pemberi.

[An Nahl:78]
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.

[Al Maa'idah:6]
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik; sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.

[Az Zumar:66]
Karena itu, maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur.

[Al Qashash:73]
Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.

[Al Anbiyaa':80]
Dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur.

[Faathir:12]
Dan tiada sama (antara) dua laut; yang ini tawar, segar, sedap di minum dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari masing-masing laut itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu memakainya, dan pada masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur.

[An Nahl:14]
Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan, agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur.

[Al Anfaal:26]
Dan ingatlah (hai para muhajirin) ketika kamu masih berjumlah sedikit, lagi tertindas di muka bumi (Mekah), kamu takut orang-orang (Mekah) akan menculik kamu, maka Allah memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki dari yang baik-baik agar kamu bersyukur.
[more]

Belajar Bersyukur

Potret keseharian dari seorang bocah cilik yang lagi belajar berjalan, yang mau tak mau, rela tak rela, kudu melewati proses pembelajarannya itu dangan jatuh bangun, sakit dan tangis, namun tiada keluar keluh kesah apalagi berrputus asa dan harapan akan wujudnya bisa berjalan. Berawal dari menggulingkan diri ke kiri dan ke kanan, mengesot-ngesot, merangkak-rangkak, merambat-rambat, kemudian tegak berdiri diatas kakinya, selanjutnya berjalan dan berlari-lari.

Begitu juga dengan bersyukur ada yang menyampaikannya dengan cara berucap terimakasih, alhamdulillah, sujud syukur dan seterusya. Salah satu ciri kekhasan bersyukur adalah menyadari bahwa semua yang disandang dan diterima hakikatnya adalah pemberian dari Allah.

Tapi bagaimana kalau tidak merasa dikasih, tidak merasa diberi dan tidak merasa menerima? Akankah keluar rasa bersyukurnya? Tentunya tidak, karena tidak merasa menerima maka tidak merasakan apa-apa sehingga tidak mungkin keluar bersyukurnya. Ketiadaan rasa menerima ini dikarenakan ketiadaan informasi di dalam otak, sehingga otak kita tidak bisa mencitrakan pemberian itu ke dalam rasa menjadi kenikmatan.

Supaya bisa merasa dan merasakan menerima, mestinya tinggal dikasih tahu saja si otaknya itu. Karena si otak kalau tidak beri tahu bahwa satu kali satu itu sama dengan satu, maka otak kita tidak akan pernah tahu jawabannya? Sekarang kita tinggal kasih tahu saja apa-apa yang belum diketahui oleh si otak itu.

Hai otakku, bahwa pendengaran, penglihatan dan hati itu bukan miliku, tetapi milik Allah yang maha mendengar, yang maha melihat, yang maha halus, yang diberikan, dialirkan kepadamu agar kamu bersyukur. Karena pada pendengaran, pada penglihatan dan pada hati itu ada nikmat-nikmat yang tidak akan pernah bisa dihitung-hitung jumlahnya. “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'” [QS Alnahl:18].

Maka sampaikan rasa terimakasihmu itu kepada-Nya, terimakasih ya Allah, alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah, sampai habis sombong kita, takkbur kita, karena sudah berani-beraninya mengaku-ngaku miliknya Allah sebagai memilikku, serahkan saja semua sampai plong, sampai tiada tersisa, Robbana wa laka’lhamd.

Mari kita belajar bersyukur kepada Allah. “Dan Dia yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur” [Al Furqaan:62]

[Asy Syuura:33]
Jika Dia menghendaki, Dia akan menenangkan angin, maka jadilah kapal-kapal itu terhenti di permukaan laut. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaannya) bagi setiap orang yang banyak bersabar dan banyak bersyukur.

[Luqman:31]
Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allah, supaya diperlihatkan-Nya kepadamu sebahagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur.

[Al A'raaf:58]
Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.

[Ibrahim:5]
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami, (dan Kami perintahkan kepadanya): "Keluarkanlah kaummu dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah." Sesunguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap orang penyabar dan banyak bersyukur.

[Saba' :19]
Maka mereka berkata: "Ya Tuhan kami jauhkanlah jarak perjalanan kami", dan mereka menganiaya diri mereka sendiri; maka Kami jadikan mereka buah mulut dan Kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi setiap orang yang sabar lagi bersyukur.
[more]

Sedikit Sekali Yang Bersyukur

Begitu nikmatnya mata dapat memandang, kuping bisa mendengar dan hati dapat merasakan. Namun apa lacur, tetap saja kita lupa akan nikmat itu, lupa kepada saudara-saudari kita yang tidak tahu malam dan siang, lupa kepada saudara-saudari kita yang tak bisa mendengar alunan suara merdu dan nyanyian alam. Lalu pertanyaan keluar “nikmat mana lagi yang kamu dustakan?”. Tertuju pada siapakah pertanyaan itu diarahkan?

Kalau saja penglihatan mata setajam mikroskop? Mungkin seuntai kata indah akan menguap, wajah ganteng dan rupawan akan terabaikan, paras cantik nan elok akan sirna.

Andai saja pendengaran telinga sejernih pendengaran nabi Sulaiman? Mungkin kita sulit tidur, karena kuping ini pekak mendengar suara-suara yang datang dan pergi silih berganti dari berbagai penjuru angin yang tak bisa ditolak.

Bila saja tubuh ini sakit? Mungkin segala makanan dan minuman akan terasa hambar dan pahit, tetapi bila rasa itu tiada apalah jadinya.

[As Sajdah:9]
Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.

[Al Mulk:23]
Katakanlah: "Dia-lah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati." (tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.

[Al Mu'minuun:78]
Dan Dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur.

[Al Mu'min:61]
Allah-lah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya; dan menjadikan siang terang benderang. Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia yang dilimpahkan atas manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.

[Al A'raaf:10]
Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur.
[more]

 
 

POPULAR Detak Hidup

KOMEN Detak Hidup

BACA Detak Hidup

 

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner